Sakit lutut atau nyeri lutut dapat disebabkan oleh cedera pada lutut. Nyeri di lutut sering disertai dengan keluhan lutut terasa kaku, sulit diluruskan, atau lutut bengkak. Nyeri lutut biasanya terasa lebih hebat pada saat lutut digerakkan. Kondisi ini bisa membuat penderitanya kesulitan untuk berdiri, karena lutut menjadi tidak stabil dan tidak kuat menyangga badan. Penyebab Nyeri Lutut Salah satu penyebab lutut sakit adalah cedera pada lutut. Bila lutut mengalami cedera, beberapa jaringan yang menyusun lutut seperti tulang rawan atau tulang, dapat terganggu. Gangguan pada jaringan penyusun lutut akibat cedera bisa berupa Ligamen jaringan antartulang di sendi lutut terkilir Ligamen lutut robek, misalnya akibat cedera ligamen lutut anterior Bursitis Tulang rawan robek Dislokasi tulang tempurung lutut Patah tulang tempurung lutut, tulang paha, atau tulang kering Sindrom nyeri patellofemoral Perdarahan di dalam sendi lutut hemarthrosis Selain karena cedera, lutut sakit juga dapat disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti Rheumatoid arthritis Penyakit asam urat gout Osteoarthritis Infeksi pada lutut Kanker yang menyebar ke sendi lutut Penyakit Osgood-Schlatter Mengingat fungsinya yang cukup berat dalam menopang berat tubuh, sendi lutut rentan mengalami kerusakan. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami cedera atau penyakit pada lutut hingga menyebabkan nyeri lutut antara lain Berat badan berlebih atau obesitas Pernah mengalami cedera lutut Kebiasaan merokok Pekerjaan yang mengharuskan sering berlutut, mengangkat benda berat, atau melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti pekerja bangunan atau olahragawan Gejala Nyeri Lutut Nyeri lutut dapat muncul seketika saat terjadi cedera atau muncul secara bertahap dan memburuk seiring waktu. Tingkat keparahan nyeri juga bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala yang dapat menyertai nyeri lutut adalah Lutut terasa kaku Lutut tampak kemerahan, bengkak, dan terasa hangat Lutut terasa lemah, tidak stabil, serta sulit untuk diluruskan Lutut mengeluarkan suara gemeretak bunyi kretek-kretek’ Kapan harus ke dokter Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala nyeri lutut dengan kondisi di bawah ini Nyeri lutut tidak kunjung membaik dalam 3 hari Tidak bisa berdiri dengan sempurna, karena lutut terasa tidak stabil Lutut terasa lemas ketika mencoba berdiri atau berjalan Lutut sulit untuk ditekuk dan diluruskan Nyeri lutut disertai demam Lutut tampak mengalami perubahan bentuk. Perlu diketahui, penderita obesitas lebih rentan mengalami nyeri lutut. Oleh sebab itu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai pola makan yang baik untuk menjaga berat badan ideal. Diagnosis Nyeri Lutut Dokter akan menanyakan gejala lutut sakit secara detail, meliputi kapan nyeri muncul, riwayat cedera, dan riwayat operasi atau prosedur medis di bagian lutut. Dokter juga akan mengukur seberapa parah nyeri yang dirasakan pasien menggunakan skala nyeri. Setelah itu, dokter akan memeriksa lutut yang sakit dengan cara Melihat kondisi lutut, untuk mencari adanya pembengkakan, kemerahan, atau lebam di sekitar lutut Meraba dan merasakan perubahan pada lutut, misalnya kulit sekitar lutut menjadi hangat atau kelainan pada bentuk sendi lutut Menggerakkan lutut, untuk melihat seberapa parah kesulitan gerak dan kaku pada lutut Selanjutnya, dokter akan melakukan pemindaian dengan Rontgen, USG, CT scan, atau MRI. Melalui pemindaian, dokter dapat melihat kondisi lutut pasien dan mengetahui penyebab nyeri lutut. Dokter juga juga akan melakukan tes darah jika nyeri lutut diduga disebabkan oleh suatu penyakit, seperti infeksi atau penyakit asam urat. Pengobatan Nyeri Lutut Pengobatan untuk nyeri lutut atau sakit dengkul tergantung pada penyebabnya. Setelah mengetahui penyebab sakit lutut yang diderita pasien, dokter baru bisa memberikan pengobatan yang sesuai, antara lain Obat-obatan Obat-obatan bertujuan untuk meredakan nyeri lutut dan mengatasi penyebabnya. Untuk meredakan nyeri, dokter dapat memberikan paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid. Fisioterapi Fisioterapi bertujuan untuk melatih dan menguatkan otot di sekitar lutut sehingga sendi lutut lebih stabil. Jika diperlukan, misalnya pada penderita osteoarthritis, dokter akan menyarankan penggunaan alat penyangga lutut knee support untuk meredakan nyeri lutut. Suntik sendi Penyuntikan obat ke sendi lutut dilakukan untuk meredakan nyeri. Zat yang disuntikkan dapat berupa kortikosteroid, asam hialuronat, atau platelet-rich plasma PRP. Namun, tanyakan terlebih dahulu mengenai manfaat dan risiko prosedur ini. Jika nyeri lutut tergolong parah dan metode pengobatan di atas tidak berhasil meredakan gejala, dokter dapat melakukan operasi, seperti arthroskopi atau operasi penggantian sendi lutut. Untuk mempercepat pemulihan lutut sakit sekaligus mencegah komplikasi, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah, yaitu Mengompres lutut dengan es untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit pada lutut Meminimalkan gerakan pada lutut, misalnya dengan penggunaan knee support Memosisikan kaki lebih tinggi dari lutut, misalnya dengan meletakkan kaki di atas bantal, untuk mengurangi pembengkakan pada lutut Banyak beristirahat, untuk mengurangi tekanan pada lutut sehingga dapat pulih lebih cepat Komplikasi Nyeri Lutut Komplikasi yang muncul tergantung pada penyebab lutut sakit. Sebagai contoh, osteoarthritis dapat menimbulkan kerusakan sendi lutut dan perubahan bentuk tungkai. Sakit lutut juga dapat mengganggu pergerakan sehingga meningkatkan risiko jatuh dan cedera, membatasi kemampuan berjalan, dan menurunkan kualitas hidup. Pencegahan Nyeri Lutut Untuk menjaga kesehatan sendi lutut dan mencegah cedera lutut, dapat dilakukan langkah-langkah sederhana di bawah ini Melakukan pemanasan sebelum berolahraga serta peregangan setelah selesai berolahraga Menggunakan sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki atau yang menyangga kaki dengan baik saat berolahraga Meningkatkan intensitas dan frekuensi olahraga secara bertahap, dari yang ringan ke yang berat Menyesuaikan jenis dan intensitas olahraga dengan kemampuan dan kondisi tubuh Menjaga berat badan ideal
Dengkul sakit dapat terjadi akibat cedera atau kondisi medis tertentu. Bila tidak segera ditangani dengan baik, nyeri di dengkul akan semakin memburuk dan bahkan bisa kambuh kembali sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, dengkul sakit juga bisa memicu rasa nyeri yang tak tertahankan. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan meluruskan kaki dan kaki terasa kaku serta lemah. Akibatnya, Anda akan sulit berdiri karena lutut tidak mampu menopang tubuh. Penyebab Dengkul Sakit Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan dengkul sakit, di antaranya 1. Cedera ACL Anterior cruciate ligament ACL adalah jaringan penghubung antartulang yang menghubungkan tulang kering ke tulang paha. Cedera ACL menyebabkan dengkul terasa sakit, bengkak, dan lemah, sehingga penderitanya akan sulit menopang tubuh. Cedera ini biasa dialami oleh atlet sepak bola, basket, atau olahraga lain yang melakukan gerakan pada kaki secara tiba-tiba, misalnya berhenti atau berbalik arah secara mendadak. 2. Fraktur Fraktur atau patah tulang yang terjadi pada tulang di dengkul juga bisa menyebabkan dengkul sakit. Patah tulang di bagian dengkul ini dapat disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas atau terjatuh. Penderita osteoporosis memiliki risiko lebih tinggi mengalami patah tulang. Hal ini karena berkurangnya massa dan kepadatan tulang yang dialami penderita osteoporosis membuat tulangnya sangat rapuh dan mudah patah. 3. Tulang rawan robek Tulang rawan lutut yang terletak di antara tulang kering dan tulang paha dapat robek ketika memutar lutut secara tiba-tiba saat melakukan aktivitas berat, misalnya olahraga atau panjat tebing. Robekan tulang rawan juga bisa memcu rasa sakit dan pembengkakan di dengkul. 4. Bursitis Bursitis adalah peradangan pada bursa, yaitu bantalan di sekitar sendi yang melindungi sendi dari gesekan saat bergerak. Bursitis menyebabkan dengkul terasa sakit, kemerahan, dan bengkak. 5. Peradangan tendon dengkul Peradangan tendon dengkul menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan berjalan, menendang, berlari, dan melompat. Tendon merupakan jaringan penghubung antara otot dan tulang. Tendon yang meradang kerap dialami para atlet, misalnya atlet sepak bola atau tenis. 6. Dislokasi tempurung dengkul Dislokasi tempurung dengkul adalah kondisi bergesernya tempurung dengkul dari posisi normal, sehingga menyebabkan rasa sakit yang berat di area lutut. Saat dislokasi terjadi pada tempurung dengkul, penderitanya akan merasa atau mendengar seperti bunyi klik’ di area dengkulnya. Selain itu, bentuk dengkul yang mengalami dislokasi dan yang sehat juga akan tampak berbeda. 7. Radang sendi arthritis Arthritis atau radang sendi bisa terjadi di sendi mana pun, termasuk dengkul. Peradangan di dengkul bisa menyebabkan rasa sakit, panas, dan bengkak. Ada berbagai jenis arthritis, tetapi yang umum menyebabkan dengkul sakit adalah osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan penyakit asam urat. 8. Kelebihan berat badan Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan berhubungan dengan osteoarthritis. Kelebihan berat badan menambah beban dengkul dalam menopang tubuh dan memicu terjadinya gesekan antartulang, sehingga terjadi peradangan di sendi. Pertolongan Pertama pada Dengkul Sakit Apabila dengkul sakit tidak dapat dihindari atau mendadak muncul, ada langkah pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan, yaitu Segera hentikan aktivitas ketika nyeri lutut muncul. Kompres dengkul dengan es selama 15–20 menit, setiap 3 atau 4 jam sekali. Bebat dengkul dengan perban untuk mengurangi pembengkakan dan guncangan pada dengkul. Namun, pastikan jangan terlalu ketat agar tidak mengganggu aliran darah. Posisikan dengkul yang sakit lebih tinggi saat berbaring dengan memberi penopang, seperti bantal. Konsumsi obat antinyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol. Jangan lupa untuk memperhatikan petunjuk pemakaiannya di kemasan. Sedangkan untuk mencegah sakit dengkul kambuh kembali, pastikan Anda melakukan pemanasan sebelum olahraga. Bila perlu, gunakan knee brace atau alat pelindung dengkul saat beraktivitas dan pilihlah sepatu yang nyaman. Jangan lupa untuk selalu menjaga berat badan ideal. Itulah berbagai penyebab dengkul sakit dan cara mengatasinya. Apabila Anda telah mencoba berbagai cara di atas, tetapi nyeri di dengkul belum membaik bahkan semakin parah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter juga akan menyarankan fisioterapi guna mengatasi kondisi dengkul sakit.
Selamaini aku hanya bernafsu pada buah dadanya saja, aku tak pernah berpikiran lebih dari itu. Ketika dengan berbisik ia menyuruhku memindahkan ciumanku, aku agak bingung juga. " Mas, ayo sekarang ciumi selangkangan Mbak ya, nanti punya kamu juga Mbak ciumi". Aku menghentikan kesibukanku di dada Tante Murni dan memandang ke selangkangannya. Anda mungkin berpikir kalau manfaat naik tangga hanya didapatkan saat Anda mendakinya. Jadi, saat Anda turun, tubuh tidak akan membakar kalori sama sekali. Namun nyatanya, anggapan ini salah. Setiap satu langkah naik maupun turun sama-sama dapat membakar kalori. Hanya saja, kalori yang terbakar akan lebih banyak dan cepat saat Anda naik daripada saat turun. Ini karena tekanan yang diberikan oleh tubuh saat mendaki tentu akan lebih besar daripada saat menuruni tangga. Setiap 10 langkah naik akan membakar 1 kalori, begitu pula saat Anda menuruni tangga. Bedanya, setiap kali Anda berhasil menuruni satu anak tangga, maka Anda akan membakar 0,05 kalori dalam tubuh. Jadi, setiap menuruni 20 buah anak tangga akan membakar 1 kalori dalam tubuh. Bagi Anda yang mengalami masalah kelebihan berat badan atau obesitas, Anda tentu kesulitan untuk menemukan jenis olahraga yang cocok untuk Anda. Nah, cobalah untuk membiasakan diri naik tangga untuk membantu menurunkan berat badan Anda. Semakin banyak Anda naik-turun tangga, semakin banyak pula kalori yang ikut terbakar dalam tubuh. Alhasil, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan. 2. Menurunkan risiko stroke Salah satu manfaat naik tangga yang tak kalah menakjubkan adalah menurunkan risiko stroke. Hal ini dibuktikan oleh para ahli dari Harvard Alumni Health Study yang telah meneliti lebih dari pria. Hasilnya, sebanyak 29 persen pria mengalami penurunan risiko stroke jangka panjang setelah membiasakan diri untuk naik tangga 3 sampai 5 kali seminggu. Apakah Anda ingin membuktikannya juga? 3. Menyehatkan jantung Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kebiasaan naik tangga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Pasalnya, naik tangga dapat meningkatkan kesehatan organ jantung dan paru-paru, sehingga melancarkan aliran darah yang membawa oksigen ke jantung. Alhasil, jantung Anda akan semakin sehat dan terhindar dari risiko penyakit jantung. Kebugaran kardiorespirasi ternyata dapat memengaruhi usia harapan hidup seseorang. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation tahun 2015 mengungkapkan bahwa kebiasaan naik tangga dapat menurunkan risiko kematian sebesar 38 persen. Bila ditambahkan dengan olahraga aerobik, hal ini dapat memperpanjang umur Anda hingga tiga tahun. Menakjubkan, bukan? 4. Menguatkan otot Saat Anda naik tangga, sistem tulang dan otot di seluruh tubuh ikut bergerak aktif. Mulai dari otot kaki, otot lengan, hingga otot punggung. Semakin banyak pergerakan tulang dan otot, maka ini akan bermanfaat untuk menurunkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis. Pada saat yang bersamaan, sistem metabolisme tubuh akan meningkat sehingga kalori yang terbakar akan semakin banyak. Ini akan membuat berat badan Anda ikut berkurang secara perlahan seiring dengan pembakaran kalori saat naik tangga. Selain itu, manfaat naik tangga juga dapat dirasakan oleh pengidap diabetes. Pasalnya, pergerakan otot skeletal bermanfaat untuk mengendalikan gula darah menjadi lebih stabil. Dengan demikian, gula darah tidak akan cepat naik dan membuat para diabetesi menjadi lebih sehat. 5. Melawan kemalasan Memasuki zaman serba praktis membuat orang-orang menjadi malas gerak. Itulah mengapa kini semakin banyak orang dewasa, bahkan anak-anak, yang mudah terkena obesitas karena minimnya aktivitas fisik. Maka itu, kebiasaan naik tangga adalah cara mudah yang dapat mengeluarkan Anda dari kebiasaan buruk tersebut. Mulai sekarang, cobalah untuk memilih naik tangga daripada lift saat berada di kantor atau pusat perbelanjaan. Dengan rutin naik tangga, Anda bisa hidup lebih sehat tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam dengan pergi ke gym, bukan?doksaya mau tanya kenapa dengkul saya terasa ngilu/nyeri. kalau naik tangga kadang nyeri tapi kadang tidak nyeri. saat ini kaki saya sakit nyeri /pegel dan kaku sebelah kiri kalau sebelah kanan cuma nyeri. jadi pada saat saya solat sujud terasa nyeri. sebetulnya sakit apa dok - Muki Partono
Jakarta - Aktris Nirina Zubir dan suaminya, Ernest Fardiyan Syarif terkonfirmasi positif COVID-19. Sebelumnya, Nirina belum mau mengungkap kalau ia dan suami sedang sakit. Ia hanya mengaku dirinya terlalu memaksakan diri untuk bersepeda hingga dengkulnya sebelum mengaku positif Corona, Nirina Zubir membagikan foto untuk mengobati rasa rindunya bersepeda. Dalam unggahannya, ia membagikan cerita yang dialaminya saat itu."Foto ini sangat menggambarkan situasi Na [Nirina Zubir] sekarang ini... "Hidup itu banyak halangan yang perlu kita hadapi..." makasih ya fathurmotret sudah mengabadikannya dengan tepat," kata Nirina Zubir. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT "Let me tell you halangan terbesar yang Na hadapi sekarang ini...adalah harus "istirahat" bersepeda selama 10 hari..," ujarnya diikuti dengan emoticon dikatakan Nirina Zubir, saking semangatnya bersepeda selama pandemi ini, ia malah over trained. Yang dimaksud over trained adalah memaksakan diri untuk terus berolahraga walaupun ototnya belum pulih."Otot na belum pulih Na sudah hajar lagi bersepeda... Pantesan kok beberapa saat terakhir ini pada saat Na sepedaan, dengkul Na agak ngilu... karena itulah Na mengecekkan diri ke dokter dengkul...eh ternyata...," tulis Nirina dua anak ini berharap semoga masalahnya menjadi reminder bagi semua yang lagi giat berolahraga. Ia memberi pesan agar memberi badan dan otot-otot waktu untuk cukup beristirahat."Sebenernya sedih bangeeet...lagi enak-enaknya banget sepedaan lagi setelah 1 bulan off shooting...Tapi ya Na harus nurut...karena yg minta ini adalah badan Na...so I should listen...huhuhu..." tulis Nirina Zubir."Ini sudah hari ke 5 enggak sepedaan tapi omagaaaah...rasanya lama betuuuul...Take care ya everyone... 'na doakan kalian semua fisik mind and soulnya pada sehat ya teman-teman..." pada Jumat, 18 Desember, ia menceritakan dirinya dan suami positif COVID-19 di media sosial. Kerabatnya juga membeberkan ia memiliki gejala COVID-19. Untuk baca kelanjutannya, klik ke halaman berikutnya ya, HaiBundaSimak juga isi tas siaga COVID-19[GambasVideo Haibunda] 2 Kelelahan. Kelelahan akibat aktivitas rutin harian bisa menjadi penyebab kaki lemas dan akan terulang kembali pada keesokan harinya jika anda tidak mengatasinya segera. 3. Akibat obat bius. Seseorang yang mengalami proses operasi akan mendapatkan obat bius sebagai penahan rasa sakit ketika operasi berlangsung. Apa antonim atau lawan kata dengkul ? Halaman ini menampilkan antonim atau lawan kata dari dengkul. Antonim dengkul adalah benar; jujur; Sinonim dan Antonim Bohong [a] bongak, dengkul, dusta, kibul; Sinonim dan Antonim Dusta [a] bohong, bongak, bual, dengkul, palsu, tipu; Kesimpulan Menurut Sinonim dan Tesaurus Bahasa Indonesia, Antonim dari kata dengkul adalah benar; jujur; Pustaka Antonim dengkul, tanggal akses 01 April, 2023. Tautan dengkul naiktangga bawa beban. dll. kebiasaan yang menekan usus perut ke bawah. Dengkul ngilu Susah dipakai jalan, kaku Susah mengangkat kaki untuk pakai celana tidak perduli pembuatnya pabrik besar ataupun industri rumah tangga, selama bisa menyembuhkan, itu namanya obat. untuk mengganti minuman kalsium tadi, ganti dengan yang alami, seperti Jakarta - Saat usia tidak lagi muda, naik tangga bisa jadi aktivitas yang terasa sangat berat. Napas menjadi tersengal, bahkan sesekali terdengar bunyi kretek-kretek dari sendi, misalnya pada dasarnya seseorang yang sendinya berbunyi kretek-kretek saat naik tangga atau yang disebut dengan krepitasi belum tentu mengidap penyakit radang sendi atau osteoarthritis OA. Demikian diungkapkan dr Ade Sri Wahyuni SpRM."Tapi itu adalah gejala awal dari OA. Maka, jika sudah muncul gejala harus dilakukan pelatihan otot," kata dr Ade, dalam media visit Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta Selatan, Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu 4/5/2016. Nah, pelatihan otot yang disarankan oleh dr Ade antara lain adalah melakukan gerakan quad set, leg raise, dan sit to stand. Misalnya, leg raise, cukup angkat kaki lalu tahan sebentar dan lakukan pengulangan dalam hitungan 2x10. Sedangkan, sit to stand, bisa dilakukan juga oleh lansia, dalam posisi setengah duduk, lalu tekut lututnya."Maksimal 90 derajat ya, posisi ini tidak boleh terlalu tinggi atau rendah. Sedangkan, untuk quad set dilakukan dengan meletakkan handuk hangat atau bola hangat di bawah lutut, lalu tekan lutut sekitar 10 hitungan, dan lepas," kata dr menambahkan, latihan ini boleh dilakukan sesering mungkin. Namun, setiap sesi harus dilakukan sesuai aturan. Setelah duduk di lantai, letakkan kaki dalam posisi lurus dan letakkan handuk panas di bawah lutut kemudian tahan sampai hitungan. Selain melakukan latihan otot, untuk menghindari lutut semakin sakit, saat naik atau turun tangga dr Ade juga punya trik Juga Usia Semakin Bertambah, Kenapa Sendi Semakin Sering Nyeri?"Kalau naik tangga, gunakan lutut yang sehat duluan, kalau turun lakukan sebaiknya. Hal ini dilakukan agar lutut yang sakit tidak menumpu terlalu banyak. Naik turun tangga itu sebenarnya bagus untuk kebugaran tubuh seperti kesehatan jantung dan respirasi pada paru-paru. Tapi, naik turun tangga akan membuat sendi kita menyangga beban yang lebih berat. Kenaikan beban yang ditumpukkan pada lutut bisa sampai 3-4 kali beban. Sehingga kalau otot tidak kuat, pasti nyeri," ujar dr AdeSementara itu, OA atau radang sendi banyak terjadi karena faktor degeneratif atau usia. Nah, gangguan sendi yang kronis biasanya disertai kerusakan tulang rawan sendi. Dengan pemeriksaan X-ray, akan terlihat tulang rawan tidak lurus. Penelitian menunjukkan wanita lebih sering terkean OA dibanding pria karena wanita akan hamil dan aktivitasnya lebih banyak. Namun, untuk di Indonesia, OA lebih banyak terjadi pada Juga Olahraga Tak Boleh 'Maksa', Salah-salah Malah Bikin Ostheoarthritis rdn/rdn BengkelHati merupakan sebuah acara yang mengkaji tentang realisasi Al Qur'an khususnya tentang kesehatan dan disampaikan dengan suasana yang santai tetapi penuh hikmah. Dalam Bengkel Hati, para jama'ah diajarkan untuk belajar menata hati (emosi) agar tidak terlalu berlebihan maupun terlalu di bawah standar. Hati akan diatur agar sesuai Pernahkah Anda mengalami lutut berbunyi saat sedang beraktivitas? Misalnya, saat berjalan, berolahraga, menaiki tangga, atau bahkan sekadar menekuk atau meluruskan kaki saja. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan nama krepitus atau krepitasi. Lutut berbunyi umumnya tidak berbahaya, tetapi beberapa masalah kesehatan dapat menyebabkan lutut sakit saat berbunyi. Jika kondisi lutut sakit dan sering berbunyi terus berlanjut, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Penyebab lutut berbunyi Kondisi lutut berbunyi yang wajar tidak disertai keluhan lain pada lutut. Di sisi lain, ada beberapa penyebab lutut sakit dan sering berbunyi mungkin memerlukan perawatan dan penanganan medis secara khusus. 1. Gelembung gas Gas dapat bertumpuk di sekitar sendi lutut dan membentuk gelembung kecil pada cairan sinovial. Gelembung ini dapat pecah sehingga menyebabkan lutut mengeluarkan bunyi saat ditekuk atau digerakkan. Meski demikian, hal ini tidak menimbulkan rasa sakit. 2. Peregangan pada ligamen dan tendon Ligamen dan tendon di sekitar lutut dapat mengalami sedikit peregangan saat melewati benjolan kecil yang bertulang. Ketika posisi lutut dikembalikan seperti semula, Anda mungkin bisa mendengar lutut bunyi krek’ tapi tidak sakit. 3. Variasi bentuk lutut Setiap orang dapat memiliki bentuk tubuh yang berbeda, termasuk pada bentuk jaringan dan komponen penyusun lutut. Kondisi ini bisa disebabkan bawaan sejak lahir atau terjadi seiring bertambahnya usia, seperti adanya trauma atau kelainan pada pertumbuhan lutut. Sehingga, beberapa orang mungkin dapat mengalami lutut berbunyi saat ditekuk dan memiliki lutut yang lebih berisik jika dibandingkan dengan lutut kebanyakan orang pada umumnya. 4. Cedera Lutut sakit dan sering berbunyi juga bisa disebabkan oleh trauma atau menjadi tanda adanya cedera. Lutut juga merupakan salah satu bagian tubuh yang rawan mengalami luka dan benturan yang keras saat terjatuh. Beberapa cedera yang menyebabkan lutut atau dengkul bunyi, di antaranya robeknya tulang meniskus, chondromalacia patellae, dan sindrom nyeri tempurung lutut sindrom patellofemoral. 5. Radang sendi Radang sendi atau arthritis merupakan salah satu penyebab lutut berbunyi yang paling umum. Meskipun umumnya diderita oleh orang yang berusia 50-an, kondisi ini sebenarnya dapat dialami oleh siapa saja. Arthritis terjadi saat tulang rawan lutut mengalami aus karena penggunaan seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan peradangan sehingga lutut sakit dan sering berbunyi saat digerakkan. Penderita arthritis dapat kesulitan bergerak karena lutut sakit saat berbunyi sehingga mengganggu aktivitas sehari-harinya. 6. Pascaoperasi Operasi lutut juga bisa menjadi penyebab lutut berbunyi. Hal ini dapat terjadi saat prosedur yang dilakukan menyebabkan perubahan pada kondisi lutut sehingga lutut atau dengkul bunyi saat digerakkan setelah operasi. Baca JugaCedera Ligamen Lutut, Gejala, Penyebab, dan Cara PengobatannyaLutut Tak Bisa Lurus, Bisakah Kembali Normal?12 Obat Nyeri Sendi Lutut Tradisional dari Bahan Alami Ampuh dan Aman Perlukah lutut berbunyi diobati? Lutut berbunyi umumnya merupakan kondisi normal yang tidak membahayakan jika tidak diiringi dengan berbagai gejala lainnya. Namun, jika Anda juga merasakan lutut sakit saat berbunyi, kondisi ini sebaiknya segera diatasi. Lutut sakit dan sering berbunyi menandakan adanya gangguan yang mungkin memerlukan perawatan medis. Dokter akan memberikan pilihan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Jika Anda merasakan lutut sakit saat berbunyi, Anda dapat mencegah berkembangnya penyakit arthritis dengan melakukan beberapa hal yang direkomendasikan oleh para ahli. Menjaga berat badan ideal Menggunakan kompres panas dan es untuk mengurangi peradangan Terapi fisik dan latihan untuk memperkuat otot-otot yang menopang sendi dan meningkatkan jangkauan gerak Rutin melakukan olahraga yang berdampak rendah sehingga tidak terlalu membebani lutut, misalnya jalan kaki, berenang, bersepeda santai, yoga, atau tai chi Mengonsumsi makanan sehat Menghindari produk tembakau. Jika diperlukan, Anda mungkin dapat diianjurkan untuk melakukan terapi perilaku kognitif. Dokter juga bisa merekomendasikan penggunaan obat dan suplemen, termasuk konsumsi suplemen nutrisi sendi, pemberian obat antiradang nonsteroid, dan/atau obat resep berupa suntikan steroid ke dalam sendi. Apa yang terjadi jika kondisi ini tidak diobati? Lutut yang sering berbunyi dianggap lebih berisiko mengalami radang sendi Lutut berbunyi tanpa rasa sakit umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa lutut yang lebih berisik’ memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami arthritis atau radang sendi di masa depan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu menjaga kondisi lutut dengan melakukan tindakan perawatan seperti yang disarankan di atas. Anda juga perlu segera mengunjungi dokter apabila merasakan gejala lutut sakit saat berbunyi. Kondisi lutut sakit dan sering berbunyi yang diabaikan, bisa menyebabkan kerusakan yang lebih berat. Keterlambatan penanganan arthritis atau kerusakan sendi lutut lainnya, dapat membuat Anda harus menjalani operasi atau penggantian sendi lutut. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play. .