- Dalam kehidupan manusia yang dinamis, selalu terjadi perubahan sosial. Perubahan ini, menurut Filsuf Yunani Kuno Herakleitos akan terjadi secara terus menerus. Ia bahkan pernah berujar bahwa yang abadi dalam kehidupan ini adalah perubahan itu sendiri. Bagaimanapun juga, ketika terjadi perubahan sosial, manusia harus segera beradaptasi agar tidak ketinggalan zaman. Dalam teori evolusi Darwinisme juga disebutkan bahwa organisme yang bisa bertahan hidup adalah organisme yang paling adaptif terhadap perubahan, termasuk perubahan sosial. Sederhananya, perubahan sosial terjadi karena merupakan makhluk sosial yang tidak puas dengan keadaan yang ia alami. Maka itu, ia selalu mencari cara untuk memperbaiki sistem kehidupan yang ada. Jika dilihat dari jenis-jenisnya, perubahan sosial bisa terbagi menjadi perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki. Konsep perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki merupakan salah satu kategorisasi saja yang selama ini digunakan untuk membedakan jenis perubahan sosial. Kategori ini didasarkan pada bagaimana proses perubahan sosial terjadi. Apakah ia direncanakan, diawasi, dan dihitung dampaknya, atau tidak. Sebagai ilustrasi, peristiwa dalam kehidupan sehari-hari ada yang di bawah kontrol manusia dan ada yang terjadi di luar prediksi atau secara spontan. Demikian juga perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Jika suatu masyarakat merencanakan perubahan di kehidupan mereka, kemudian hal itu terlaksana, perubahan sosial itu bisa disebut sebagai perubahan sosial yang dikehendaki. Demikian juga sebaliknya, jika terjadi peristiwa tidak terduga, seperti bencana alam, perang, resesi ekonomi, dan sebagainya, dan kemudian memicu perubahan sosial, hal itu dikenal sebagai perubahan sosial tidak dikehendaki. Ciri-Ciri Perubahan Sosial Cakupan perubahan sosial dapat sangat luas. Oleh sebab itu, jika ingin melihat perubahan sosial di suatu masyarakat, perlu melakukan pengamatan secara cermat. Hasil pengamatan dibandingkan dengan keadaan masyarakat di masa lalu untuk mendapatkan gambaran perubahan sosial yang begitu, perubahan sosial memiliki ciri tersendiri yang khas. Setidaknya ada 4 ciri perubahan sosial yang paling umum setiap masyarakat merasakan adanya perubahan sosial dalam lingkungannya, baik itu berjalan lambat atau cepat. Perubahan ini terus-menerus tanpa saat perubahan dialami oleh lembaga kemasyarakatan maka akan terjadi perubahan pula di lembaga-lembaga sosial disorganisasi dapat terjadi jika perubahan sosial berlangsung sangat cepat dalam suatu kelompok masyarakat. Namun sifat disorganisasi ini hanya perubahan dapat terjadi di bidang kebendaan materi maupun spiritual. Kedua bidang ini memiliki kaitan juga Contoh Revolusi, Evolusi, & Bentuk Perubahan Sosial Masyarakat 9 Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya Lain hingga Toleransi Infografik SC Perubahan Sosial. Contoh Perubahan Sosial yang Dikehendaki Dikutip dari Proses Perubahan Sosial di Masyarakat 2012 karya Nur Djazifah, istilah lain dari perubahan sosial yang dikehendaki adalah perubahan sosial yang direncanakan. Sebab, sebelum terjadi perubahan, sudah ada perencanaan oleh pihak-pihak tertentu yang dikenal sebagai agent of change agen perubahan. Agen perubahan inilah yang melakukan perencanaan atau rekayasa sosial terhadap keadaan status quo di masyarakat hingga memantik perubahan sosial dalam skala luas. Contoh perubahan sosial yang dikehendaki adalah pelaksanaan program Keluarga Berencana KB di Indonesia. Program ini dilaksanakan untuk menekan jumlah penduduk di Indonesia supaya tidak berlebihan dan memicu berbagai permasalahan sosial. Di masa silam, program KB ini dianggap tabu di masyarakat dan melanggar nilai-nilai keagamaan maupun adat tradisional "Banyak anak, banyak rezeki." Namun, berkat sosialisasi massif sejak masa Orde Baru hingga sekarang, akhirnya maksud positif dari program KB dapat tersampaikan ke masyarakat. Bahkan, alat kontrasepsi pun dijual bebas di apotek dan minimarket di Indonesia saat ini. Lembaga pemerintah non-departemen yang bertugas mengatur kebijakan KB dikenal dengan nama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional BKKBN yang didirikan di tahun 1970 berdasarkan Keputusan Presiden 8/1970. BKKBN hingga kini terus mengawal pelaksanaan program program KB yang membuat sebagian besar masyarakat saat ini bersedia menggunakan alat konrasepsi, sekaligus mengubah cara pandang warga Indonesia tentang reporduksi dan prinsip merencanakan jumlah anak di keluarga, merupakan contoh perubahan sosial yang dikehendaki. Contoh Perubahan Sosial yang Tidak Dikehendaki Perubahan sosial yang tidak dikehendaki adalah perubahan yang tidak direncanakan sebelumnya. Kendati demikian, perubahan yang tidak direncanakan tidak selalu berarti perubahan yang tidak diharapkan. Bisa jadi, ia adalah perubahan yang ditunggu-tunggu dan diinginkan oleh masyarakat, meski terjadi tanpa Modul Sosiologi terbitan Kemdikbud 2020, perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau tak direncanakan terjadi di luar jangkauan masyarakat. Oleh karena itu, ia bisa memicu dampak yang sesuai maupun tidak selaras dengan harapan dari banyak kasus, perubahan yang tidak dikehendaki bisa diterima oleh masyarakat dengan cara melakukan penyesuaian. Hal itu seperti dengan mengubah lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah ada, atau membentuk yang baru. Banyak pula kasus perubahan yang tidak dikehendaki berjalan berkelindan dengan perubahan sosial tak dikehendaki sehingga 2 proses berbeda tersebut saling mempengaruhi. Contoh perubahan sosial yang tidak dikehendaki adalah gerakan reformasi 1998 di Indonesia. Pada tahun 1998, sebuah gerakan sosial dan politik berlangsung di Indonesia dan mengakhiri masa 32 tahun kekuasaan Orde Baru di bawah rezim Soeharto. Gerakan reformasi 1998 memicu perubahan sosial besar di Indonesia. Perubahan itu, baik di sektor politik, ekonomi, pendidikan hingga budaya, berpengaruh luas di masyarakat Indonesia. Meskipun terjadi tanpa direncanakan dan tidak dikehendaki pemerintahan Orde Baru, perubahan di tahun 1998 dan selanjutnya, sebagian sesuai harapan banyak masyarakat Indonesia. Reformasi di tahun 1998 telah membuat politik Indonesia lebih demokratis, budaya kritis tumbuh, akses kepada sarana pendidikan dan kesehatan meningkat, dan lain sebagainya. Contoh perubahan sosial yang tidak dikehendaki juga terjadi pada kasus-kasus bencana alam yang besar di Indonesia. Misalnya, bencana tsunami Aceh yang memicu kerusakan besar di tahun 2004. Bencana ini mengubah banyak sektor kehidupan di masyarakat aceh. - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Addi M IdhomPenyelaras Yulaika Ramadhani
Berikut ini contoh perubahan yang direncanakan, yakni? pembangunan desa revolusi industri mode pakaian evolusi masyarakat Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah A. pembangunan desa. Dilansir dari Ensiklopedia, berikut ini contoh perubahan yang direncanakan, yakni pembangunan desa. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. pembangunan desa adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban B. revolusi industri adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban C. mode pakaian adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban D. evolusi masyarakat adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah A. pembangunan desa. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.
ØPerubahan Progress dan Perubahan Regress. Perubahan progress adalah perubahan sosial yang membawa kearah kemajuan sehingga bisa menguntungkan dalam kehidupan masyarakat. Bentuk proses ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut: · Planned progress (kemajuan yang direncanakan), sebagai contoh modernisasi.
Mahasiswa/Alumni Universitas Gunadarma05 November 2021 0857Halo Evamardiana E, kakak bantu jawab ya! Perubahan sosial adalah proses berubahnya tatanan atau struktur dalam masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya. Struktur yang dimaksud ini mencakup pola pikir, sikap, dan nilai-nilai dalam kehidupan sosial. Bentuk-bentuk perubahan sosial berdasarkan sudut pandang masyarakat terbagi menjadi dua, yaitu perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan. Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan-perubahan yang dilakukan atas dasar perencanaan matang dari pihak yang menginginkan perubahan. Contohnya adalah pemerintah merencanakan program pembangunan desa yang tertinggal. Maka, jawaban yang tepat adalah C. Semoga jawabannya membantu ya!Perubahan Direncanakan dan tidak Direncanakan - Perubahan direncanakan disebut perubahan yang diinginkan, dan perubahan yang tidak direncanakan disebut sebagai persyaratan yang tidak diinginkan. Perubahan Penjelasan berikut adalah perubahan yang direncanakan dan tidak Direncanakan dan tidak DirencanakanPengertian Perubahan Direncanakan dan tidak Direncanakan Sebagai berikut... A. Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang terjadi karena adanya perkiraan atau perencanaan oleh pihak-pihak yang menginginkan perubahan tersebut. agen perubahan. Misalnya, perubahan oleh pemerintah melalui undang-undang untuk melarang anggota dewan merangkap sebagai pegawai negeri Perubahan yang tidak terencana adalah perubahan yang melampaui kemauan dan kontrol masyarakat. Perubahan ini biasanya menimbulkan ketidaksepakatan yang membahayakan kehidupan orang-orang yang bersangkutan. Misalnya, kecenderungan mempersingkat prosesi pernikahan adat yang membutuhkan biaya besar dan lama meski perubahan ini tidak diinginkan oleh masyarakat namun tidak mampu Sekilas Penjelasan Apakah Direncanakan dan Direncanakan Perubahan ?? .., Lihat Artikel Lain Disini, Semoga BermanfaatSumber IPS, Halaman 105-106, Penerbit Pusat Buku Kementerian Pendidikan Nasional, Pengarang Sutarto
.